"Sebenarnya diplomat itu kan bebas daripada gitu-gituan (biaya parkir)," kata Jusuf Kalla di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (27/9/2011).
JK mengungkapkan, banyak negara juga tidak membayar biaya parkir, meski sebenarnya telah dihitung berapa besaran yang harus dibayarkan. "Karena itu sebenarnya, dihitung tapi dibanyak negara tidak bayar," papar JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam berita yang dilansir reuters, Pemerintah Kota New York mengeluhkan besarnya tunggakan denda parkir sejumlah diplomat negara. Mesir menjadi negara paling besar yang memiliki utang parkir yakni 1,9 juta dollar. Diikuti Nigeria dengan utang parkir sebesar 1 juta dollar. Sedangkan Indonesia tercatat pada urutan ketiga penunggak tiket parkir yakni sebesar 750 ribu dollar atau setara Rp 6,7 miliar. Departemen Keuangan Pemerintah Kota New York mengatakan sampai akhir Juli 2011 total denda utang parkir mencapai 16,7 juta dollar.
"Kami hanya bisa membayangkan berapa banyak biaya yang muncul pekan ini," kata juru bicara Grimm, Carol Danko, mengenai diplomat dan pemimpin dunia yang bertemu di Markas PBB di New York seperti dikutip dari reuters, Sabtu (24/9) lalu.
(anw/lh)











































