"Saya minta presiden memanfaatkan momen reshuffle ini untuk mengganti Menhub Fredy Numberi yang telah gagal membenahi pelayanan transportasi massal. Sudah berulang kali kami sampaikan Menhub agar segera membenahi transportasi massal kita mulai dari angkutan darat, laut, udara dan kereta api. Tapi, desakan itu hampir tidak pernah direalisasikan dalam bentuk langkah konkret," ujar Abdul Hakim dalam rilisnya kepada detikcom, Selasa (27/9/2011).
Menurut sekretaris fraksi PKS ini, musibah kebakaran KM Marina merupakan salah satu bukti ketidakmampuan menteri dan jajarannya membenahi transportasi massal. Freddy dinilai lalai dalam mengimplementasikan UU No.17/2008 tentang Pelayaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buruknya kinerja Menhub dibidang keselamatan, keamanan dan pelayanan sarana serta prasarana transportasi diperkuat dengan hasil pemeriksaan BPK atas kinerja Kemenhub tahun 2010. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Kemenhub tahun 2010 dari 82 indikator, terdapat 9 indikator yang pencapaiannya diatas target, 14 indikator sesuai target dan 59 indikator yang pencapaian dibawah target. Dengan demikian, dapat dikatakan 71,59% kinerja Kemenhub tidak mencapai target.
"Rendahnya pencapaian target kinerja di Kemenhub sangat memprihatinkan mengingat setiap tahun anggaran untuk kementerian ini selalu meningkat. Potret buruknya kinerja Kemenhub bisa terlihat dari indikator kinerja dibidang keselamatan, keamanan dan pelayanan sarana dan prasarana transportasi. Dari pengawasan kami selama 2010, angka kecelakaan khususnya untuk moda transportasi kereta api dan kapal laut semakin meningkat dengan tingkat fatalitas kecelakaan yang tinggi." Kata Hakim.
Menurut Hakim, untuk tahun 2011, buruknya kinerja Menhub tergambar dalam penyelenggaran angkutan lebaran 2011 lalu yang mencatat adanya peningkatan angka kecelakaan hingga 33%. Berdasarkan catatan polisi ada 4.006 kasus (23 Agustus sd 4 September) kecelakaan. Angka ini naik sekitar 996 kejadian, dibandingkan Lebaran tahun lalu yang tercatat 3.010 kasus.
"Mabes Polri juga mencatat selain peningkatan jumlah kecelakaan, kerugian material juga ikut naik. Jumlahnya mencapai Rp 7,5 miliar atau naik 220 persen. Pada H-4 Lebaran saja, kerugian kecelakaan mencapai Rp 2 miliar," imbuhnya.
(her/Ari)











































