"Setelah janjian dengan calon pembeli yang ternyata polisi yang menjebak, Calvin mendemontrasikan 1 unit iPad. Kemudian polisi bertanya, satu unit berapa. Dijawab Rp 11 juta," kata pengacara Calvin, Secartiandi saat dihubungi detikcom, Senin (26/9/2011) malam.
"Lalu Calvin bertanya, mau berapa unit, dijawab 8 unit. Ditanya, pembayarannya pakai apa, dijawab polisi menggunakan BCA Platinum. Calvin langsung tahu itu nggak mungkin, sebab BCA Platinum , limitnya hanya RP 75 juta. Yang ada dipikiran Calvin, dia takut penipu. Kalau polisi enggak takut meski awam hukum," imbuh Secartiandi menjabarkan kronologis penjebakan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat disayangkan kinerja polisi yang kegatelan ingin menangkap. Cara-cara seperti ini dengan jebak-menjebak yang tidak benar. Ada pidana yang perlu dijebak ada yang tidak seperti ini. Seharusnya jaksa juga jangan asal menerima berkas dari polisi saja. Kalau tidak sesuai ya nggak usah diteruskan," ucap Secartiandi mengkritik kualitas kerja polisi dan jaksa.
(Ari/her)











































