"Ini kali kedua insiden memakan korban jiwa dan luka-luka, tentu pemerintah harap agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi," kata Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (26/9/2011).
Hal ini diungkapkan Julian saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai langkah tegas menyusul teror bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh, Solo yang terjadi kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Julian mengatakan dalam proses intelijen, aliran informasi terus mengalir. Namun yang mungkin jadi masalah adalah tindak lanjut aparat hukum terhadap informasi tersebut dalam bentuk aksi-aksi preventif.
Julian menambahkan bila masalah pencegahan timbul akibat belum adanya payung hukum maka hal itu perlu dicari solusinya. "Akan kita bahas bersama untuk cari solusinya apakah dalam tataran tingkat hukum lebih tinggi, RUU Antiterorisme misalnya, nanti kita telusuri," sambung Julian.
Kasus bom bunuh diri tahun ini pertama terjadi pada 15 April di Cirebon. Beberapa anggota Polri cidera serius dalam ledakan bom di masjid Mapolresta Cirebon.
"Kebayakan motifnya agama dan SARA ini adalah satu aksi kegiatan yang dilakukan jaringan. Memang punya motif-motif tertentu, yang pasti tujuannya menimbukan ketakutan dan tentu tidak boleh dibiarkan," jelas Julian.
(nal/nvt)











































