Nenek Yosepa yang bernama Masriah, tinggal di Desa Astanalanggar, Losari, Kabupaten Cirebon. Saat wartawan berkunjung ke rumah berukuran sekitar 70 meter persegi itu, tidak ada siapapun. Padahal rumah tidak dikunci.
Para tetangga menyebutkan Masriah mungkin sedang pergi. Namun mereka tidak tahu kemana perginya Masriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum puasa saja, ke rumah Masriah neneknya," ujar Yuli, Senin (26/9/2011).
Yuli menambahkan, Hayat atau yang dikenal dengan nama Ahmad itu, sebelum itu beberapa kali ke rumah Masriah. Namun, dia datang malam hari.
"Tapi tidak lama terus pergi lagi," tambah Yuli.
Sementara itu, Ika teman sekolah Ahmad Yosepa, mengaku tidak menyangka jika Hayat adalah pelaku pemboman GBIS Kepunton Solo. "Ya tidak menyangka, orangnya kan sopan, dan tidak macam-macam," kata Ika, yang mendengar kabar soal teman kecilnya ini dari televisi.
Ahmad Yosepa, menghabiskan masa kecilnya di Desa Astanalanggar, Kec Losari, Kab Cirebon. Setelah lulus dari SD Astanalanggar I, keluarganya pindah ke Pandesan, Kota Cirebon.
"Sejak itu, hanya sesekali saja datang ke desa ini. Warga sini sama sekali tidak menduga jika Hayat yang mengebom di Solo," tambah Yuli.
(fay/nwk)










































