Wapres & Ketua PBNU Dialog Cari Solusi Atasi Terorisme

Wapres & Ketua PBNU Dialog Cari Solusi Atasi Terorisme

- detikNews
Senin, 26 Sep 2011 15:56 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Boediono berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). Wapres berdialog dengan Ketua PBNU Said Aqil Siraj untuk mencari solusi atas masalah terorisme yang hingga kini belum hilang dari Tanah Air.

Wapres tiba di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2011), sekitar pukul 12.30 WIB. Ia disambut oleh Sekjen PBNU Marsudi Syuhud. Lalu, Wapres yang ditemani para stafnya itu diantar ke ruang kerja Said Agil di lantai 3.

Setelah makan siang bersama di ruang kerja Said Agil, pertemuan kemudian dilanjutkan di lantai 5. Begitu dialog selesai, Wapres dan Said Agil selaku tuan rumah menggelar jumpa pers bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi kita membahas substansi yang relevan. Masalah yang pertama tentunya untuk kurangi risiko terjadinya musibah-musibah seperti bom yang kemarin terjadi lagi," kata Wapres merujuk pada aksi bom bunuh diri yang terjadi di sebuah gereja di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/9), kemarin.

Menurut Wapres, masih maraknya aksi terorisme tidak terlepas dari masalah pendidikan, kemiskinan, dan kesejahteraan rakyat. Karena itu, pemerintah berupaya untuk merangkul organisasi masyarakat (ormas) terutama PBNU untuk membantu program-program pemerintah.

"Ini program sosial ini kami bahas, apa yang ke depan bisa kami lakukan bersama. Ini kaitannya juga untuk mengurangi risiko-risiko radikalisme tadi," ucap Wapres.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini melanjutkan, pemerintah tidak meragukan sedikit pun komitmen NU untuk menjaga kelestarian bangsa Indonesia sesuai UUD 1945. Dalam pertemuan tersebut, ia mendapatkan banyak masukan yang akan dibahasnya bersama menteri.

"Saya sangat merasakan manfaatnya bertemu dengan para pengurus PBNU dan saya dapat masukan yang cukup banyak. Tentu akan kami olah bersama menteri yang lain," kata Boediono.

Said Agil menambahkan, NU akan membantu pemerintah bila pemerintah berjalan sesuai dengan konstitusi. Akan tetapi, kalau ada hal-hal yang kurang pro rakyat, maka PBNU akan memberi masukan, kritikan atau rekomendasi dengan bahasa NU yang santun.

Terkait dengan terorisme, Said Aqil mengatakan, hal itu merupakan masalah yang harus diantisipasi agar jangan sampai mengancam integritas dan persatuan bangsa. PBNU menyambut ajakan pemerintah untuk bersama-sama mencari jalan keluar untuk mengatasi paham radikalisme tersebut.

"Jangan sampai Indonesia seperti Somalia, seperti Afghanistan, yang di timur tengah yang kita lihat sekarang. Mudah-mudahan tidak seperti itu. Indonesia masih bisa kita pertahankan dengan sekuat tenaga, dan selalu PNBNU bersama konstitusi," ucap Said.

(irw/gun)


Berita Terkait