Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Hero Hendrianto Bachtiar mengatakan, pihaknya belum melakukan penyelidikan terkait insiden itu.
"Kita masih memfokuskan pendinginan kapal karena baru kemarin padam. Saat ini, masih dilakukan pendinginan terhadap seluruh kompartemen kapal, terutama pada lambung kapal," jelas Hero saat dihubungi wartawan, Senin (26/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalaupun ada ledakan, hanya ledakan kecil, tapi prinsipnya, kapal masih bertahan dengan kondisi yang utuh," kata Hero.
Hero memastikan, tidak ada minyak yang tumpah ke laut dalam insiden tersebut. Pasalnya, saat kejadian, kapal tersebut tidak bermuatan minyak mentah.
"Menurut keterangan PT CNOOC, ternyata tidak ada minyak. Kapal itu kosong, hanya mengangkut kru saja," ujar dia.
Ia melanjutkan, proses penyidikan akan dilakukan setelah kapal sudah dinyatakan aman atau dingin. Begitu pula dengan olah TKP.
"Olah TKP kita lakukan setelah TKP aman. Tapi diupayakan minggu-minggu ini, karena sekarang tidak mungkin, karena masuknya saja harus pakai tabung oksigen," kata dia.
Kapal FSO milik PT CNOOC terbakar pada Jumat (23/9) sekitar pukul 08.45 WIB saat berada di area Widuri atau sekitar 100 mil dari lepas pantai. Dalam insiden tersebut, 4 karyawan PT CNOOC mengalami luka bakar dan satu lainnya dinyatakan hilang.
(mei/lrn)











































