Empat perompak yang ditangkap Polda NAD tersebut, masing-masing, Md, I, Mw dan H. Keempatnya itu tercatat sebagai warga Peurlak, Aceh Timur.
Kapolda NAD Irjen Pol Iskandar Hasan dalam jumpa pers di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Senin (26/9/2011) mengatakan, keempat tersangka tersebut adalah pemain lama. Mereka terakhir diketahui merampok kapal berbendera Singapura, GM Gallan di perairan Timur Aceh dan menyandera kepala mesinnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita dua granat jenis nanas, sepucuk senjata api jenis FN dan tiga butir peluru. Disita juga dokumen izin kerja yang merupakan milik ABK.
"Saat ini polisi sedang melakukan pengembangan, karena yang tertangkap ini adalah pelaksana lapangan," katanya.
Iskandar menjelaskan, para perompak ini memakai modus operandi dengan berpura-pura kehabisan BBM dan terombang ambing di tengah laut. Kemudian meminta bantuan pada kapal yang sedang melintas. Setelah memantau situasi kapal, mereka menggunakan granat mengancam akan meledakkan kapal.
Perompak lantas melucuti ABK dan menjarah barang berharga. Mereka kemudian menyandera kepala bagian mesin. Di darat, mereka melakukan kontak dengan pemilik kapal dan melakukan negosiasi soal tebusan.
(fay/fay)











































