"Sudah ditemukan oleh Tim SAR. Kami sedang mengupayakan evakuasi sekarang," kata Putu Cakraningrat, Humas Kantor SAR Mataram, yang dihubungi detikcom, Senin (26/9/2011) siang.
Cakra memastikan, di lokasi jatuhnya heli juga ditemukan mayat. Namun pihaknya belum bisa mengidentifikasi mayat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berangkat menuju Camp Lemurung, lokasi eksplorasi PT NNT, helikopter naas itu hanya berisi pilot atas nama Agus Khaeruddin dan loadmaster, Ari Palimpung. Cakra menjelaskan lokasi jatuhnya heli sangat rumit sehingga evakuasi hanya bisa dilakukan manual.
Helikopter tim evakuasi juga tidak bisa mendarat di lokasi itu. Menurut rencana, mayat yang ditemukan akan dievakuasi langsung ke Bandara Selaparang, Mataram, hari ini.
Heli dilaporkan hilang kontak sejak pukul 13.42 Wita, Minggu (25/9/2011). Heli hendak terbang menuju base camp eksplorasi tambang PTNNT di Dodo Rinti, Kabupaten Sumbawa, NTB.
Dua menit sebelum hilang kontak, pilot sempat kontak dengan Bandara Brang Biji di Sumbawa, dan menyatakan, "Mayday, mayday".
Saat berangkat, dilaporkan cuaca cukup baik. Namun diperkirakan di tengah perjalanan cuaca berubah memburuk.
Camp eksplorasi NNT berada di areal hutan lebat di hutan Dodo Rinti. Untuk mencapai lokasi camp hanya ada jalan tanah dan diperlukan waktu tak kurang dari sepuluh jam dari akses jalan desa terdekat.
(fay/fay)











































