"Saat itu akan keluar ruangan. Saya sempat melihat pelaku melintas dan terjadilah ledakan itu," kata perempuan 57 tahun itu di hadapan Almunawar Husein dr Forum Lintas Agama yang mengunjungi pasien ledakan bom di Ruang Seruni, Rumah Sakit dr Oen, Kandang Sapi, Jebres, Solo, Senin (26/9/2011).
Wajar jika Febe merasa sangat shock, sebab peristiwa ini baru pertama kali dialami sepanjang hidupnya. Jika sebelumnya dia hanya melihat berita di televisi tentang bom yang meledak, kini dia justru mengalami sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasien lainnya, Septy Romida (22) mengungkapkan hal senada. Dia seolah belum percaya kejadian tersebut bisa menimpa diri dan rekan-rekannya.
Saat peristiwa terjadi, Septy hanya mendengarkan suara ledakan. Ketika berjalan keluar gereja, ada yang menetes di kakinya. Rupanya serpihan bom mengenai kaki kirinya hingga berdarah.
"Kayaknya ada orang masuk. Tiba-tiba saja ada suara ledakan. Yang parah (kaki) sebelah kiri," ujar Septy.
Septy mengaku kondisinya hari ini sudah lebih baik. RS dr Oen saat ini merawat inap sekitar 14 pasien. Sedangkan 10 orang menjalani rawat jalan.
(vit/fay)











































