Timur mengklaim, sebelum bom bunuh diri tersebut terjadi, polisi sudah melakukan langkah preemptive. Hal itu terbukti dari ledakan yang terjadi justru setelah kebaktian.
"Warning sudah diberikan, petugas sudah memberikan kalau kita melihat kejadian itu, sesudah kebaktian. Artinya langkah preemptive sudah dilakukan baik oleh Polri atau masyarakat," kata Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Timur mengatakan, peristiwa bom sesudah kebaktian ini akan menjadi evaluasi untuk Polri. Pihaknya juga meminta seluruh Kapolda untuk melakukan analisis di daerahnya masing-masing.
"Semua Kapolda melakukan analisis di daerah masing-masing," katanya.
Sebelumnya Menko Polhukam tidak mau menyebut, aparat intelijen kecolongan atas ledakan di gereja tersebut. "Tindakan terorisme ini inisiatif pelaku, apa iya tindakan kejahatan dikasih tahu. Ini inisiatif mereka, dalam konteks ini, BIN, Densus, akan bekerja keras, untuk memutus jaringan puzzle mereka," ujarnya.
(ken/vit)











































