Jimmy Carter Sesalkan Tingginya Suara Tak Sah

Jimmy Carter Sesalkan Tingginya Suara Tak Sah

- detikNews
Rabu, 07 Jul 2004 18:51 WIB
Jakarta - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter yang juga Ketua Pemantau Pemilu internasional, The Carter Center menilai secara umum pelaksanaan Pemilu Presiden 5 Juli 2004 lalu sukses. Tapi ia menyesalkan tingginya suara yang dinyatakan tidak sah akibat tercoblos tembus ke halaman judul."Kita sudah membuat penilaian secara menyeluruh bahwa pemilu sangat positif berdasarkan pemantauan kami sendiri juga laporan-laporan yang kami terima dari anggota delegasi Uni Eropa yang menjadi pemantau. Juga laporan dari pemantau domestik yang kami jumpai saat Pemilu berakhir," kata Jimmy Carter dalam jumpa pers di hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/7/2004). Meski sukses, Carter mencatat Pemilu Presiden Presiden tak bebas dari masalah yang serius. Salah satunya yakni masalah coblosan tembus sampai ke halaman muka yang menyebabkan kericuhan tersendiri saat Pilpres. Untuk kasus itu, Carter menyalahkan KPU yang tidak melakukan antisipasi. "Ini seharusnya dapat dihindari dengan perencanaan yang lebih baik. Keputusan KPU menyatakan surat suara sah sudah tepat. Tapi tidak jelas seberapa baik komunikasi yang dilakukan untuk menyebarkan informasi ini ke seluruh Indonesia," kata Carter. Kurangnya sosialisasi surat edaran (SE) KPU yang mensahkan surat suara tembus , kata Carter, membuat petugas PPS ragu-ragu bertindak. Carter mengimbau KPU melakukan koreksi atas berbagai masalah dalam Pilpres putaran pertama agar kesalahan yang sama tak terulang pada Pilpres mendatang. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads