Demikian keterangan Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum, Bareskrim Mabes Polri Kombes Napoleon Bonaparte, melalui Kanit I Bareskrim Mabes Polri, AKBP Soesilo kepada detikcom, Senin (26/9/2011).
Menurut Soesilo, tim Bareskrim mendapatkan info adanya gudang perakitan mesin judi Gelagang Permainan (Gelper). Atas info yang didapat itu, lantas tim mencoba untuk menilik gudang tersebut.
"Isi gudang itu kita lihat dari celah pintu Ruko. Dan terlihat banyaknya mesin Gelper yang selama ini dijadikan alat perjudian di pusat keramaian di Batam," kata AKBP Soesilo.
Dijelaskan, bahwa lokasi perakitan mesin judi itu berada di Komplek Ruko Tanjung Pantun di dalam ruko. Ruko perakitan mesin judi itu bersebelahan dengan salon Bintan Jogja tepatnya berada di RT 02/07 No T6 Dan T7 Jodoh Batu Ampar, Batam.
"Setelah kita lakukan penyelidikan, pemilik gudang rakitan mesin judi itu bernama Acuan merangkap sekaligus teknisi. Gudang perakitan sudah kita segel," kata Soesilo.
Ormas Islam Dukung Mabes
Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Provinsi Kepri memberikan dukungan kepada Bareskrim Mabes Polri atas penutupan seluruh perjudian Gelper di Batam. Oramas Islam juga minta agar Mabes Polri juga menutup judi yang sama di Tanjungpinang Ibukota Kepri.
"Kami juga ucapkan terima kasih kepada Bareskrim Mabes Polri yang telah menutup judi yang selama ini meresahkan masyarakat," kata Ustad Dedy Sanjaya, Ketua Ikatan Dai Indonesia (IDI) pengurus Dewan Da'wah Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri kepada detikcom.
DDII menilai, selama ini judi Gelper di Batam akan merusak generasi muda. Ini mengingat sangat bebasnya perjudian di pusat-pusat keramaian di Batam.
"Kami berterima kasih Bareskrim Mabes Polri bisa menutup perjudian yang sudah bertahun-tahun lamanya di Batam. Kiranya penutupan judi ini tidak lagi melahirkan bos judi yang baru," kata Sekjen DDII Kepri Alirusdi Hasan.
Sebagaimana diketahui, Bareskrim telah menutup 78 titik lokasi judi yang ada di Batam. Satu manager judi Gelper, Johny telah ditetapkan sebagai tersangka. Johny akan dilakukan pemeriksaan di Mabes Polri, untuk mengungkap siapa saja oknum aparat yang terlibat sebagai beking perjudian tersebut.
(cha/mok)











































