"Seluruh penanganan medis menjadi tanggung jawab manajemen sepenuhnya," kata Humas Taman Impian Jaya Ancol, Metiyan Harahap melalui pesan singkat kepada detikcom, Minggu (25/9/2011).
Metiyan melanjutkan, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan berbagai pihak terkait insiden tersebut. "Kami melakukan kordinasi dengan berbagai pihak, termasuk rumah sakit untuk penanganan medis," lanjut Metty.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Metiyan juga menyampaikan permohonan maaf dan bersimpati terhadap korban atas insiden tersebut.
"Manajemen PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mengucapkan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang menimpa pengunjung Atlantis Water Adventure yang mengalami luka pada bagian kaki," jelasnya.
Metiyan menjelaskan, insiden tersebut diakibatkan terlepasnya elemen vyro semen yang merupakan penunjang luncuran sesuai konsep kawasan Atlantis. "Sedangkan struktur peluncur maupun struktur kolam tetap utuh dan kokoh," kata dia.
Insiden robohnya semen dekorasi yang menimpa seluncuran Atlantis terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Dalam insiden itu, empat orang yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Setyanegara, Sunter, Jakarta Utara.
Empat korban luka yakni:
1. Sulastri (31), warga Jl Raya Kayu Mas Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, mengalami lecet pada kaki.
2. Anggiat Silitonga (31), warga Jl Raya Kayu Mas Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, mengalami luka sobek pada kaki.
3. Yanto, pria dewasa, warga Jl Budi Mulia RT 16/19, Pademangan, mengalami luka sobek pada bagian kepala.
4. Riky Alpian (11), mengalami luka pada pelipis kiri.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dalam insiden tersebut. Selanjutnya, polisi akan memintai keterangan saksi ahli konstruksi untuk penyidikan lebih lanjut.
(mei/mok)










































