"Saya pada saat di Jambi sempat bicara dengan Presiden SBY, tapi saya tak bisa sampaikan substansi pembicaraan. Memang soal reshuffle, saya tidak mau menterjemahkan sinyal-sinyal yang disampaikan Presiden SBY," ujar pria yang juga Menteri Agama ini.
Hal itu disampaikan Suryadharma di sela-sela acara halal bihalal, pelantikan dan taaruf pengurus DPP PPP masa bakti 2011-2015 di Puri Agung Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (25/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ada kader PPP di Kabinet Indonesia Bersatu II diganti dan PPP diminta menyiapkan kader lagi, maka partai berlambang ka'bah ini akan menyiapkan penggantinya.
"Kalau kita diminta menyiapkan kader lagi, kita akan siapakan pengganti. Reshuffle tidak berdasar tekanan, desakan, dan komentar-komentar. Bagi saya Presiden boleh mereshuffle siapa pun dan kapan pun," tutur Suryadharma.
Bagi dia, jika seseorang melakukan pengabdian dan pimpinan sudah menganggap cukup dan diberhentikan, hal itu adalah wajar. "Saya rasa itu natural. Kalau mau diangkat maka mau juga diberhentikan," kaya pria berkacamata ini.
(nvt/nwk)











































