"Presiden akan lebih terbuka, lebih cepat menggerakkan orang-orang yang berada di bawah pengaruhnya," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparinga, dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9/2011).
Menurut Daniel, SBY akan menjadi penggerak para menterinya dibandingkan cuma mengandalkan pada sistem. Ia mengharapkan langkah itu juga akan diikuti oleh pejabat selain menteri, tapi juga kepala daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daniel mengatakan, presiden menginginkan orang-orang baru dalam kabinet dengan dua syarat. Pertama, adalah orang yang mampu melakukan dan mau melakukan. Kedua, figur yanh memiliki integritas yang di dalamnya menyangkut bagaimana menjaga kehormatan dan bertanggung jawab.
"Penggantian ini harus lebih baik dan kabinet ini harus mempunyai semangat baru," tandasnya.
Bila tidak ada aral melintang, Presiden SBY akan melakukan perombakan kabinet di tahun kedua KIB jilid II. Pada pemerintahan periode pertamanya, SBY melakukan 2 kali reshuffle kabinet, yakni pada 2005 dan tahun 2007. Menteri-menteri diganti maupun ditukar posisinya. Dalam periode keduanya ini, desakan reshuffle sempat muncul sebanyak 2 kali, namun reshuffle tidak dilakukan oleh SBY.
(irw/ape)










































