Segaaar! Tiba di Bundaran HI, Petani Ramai-ramai Basuh Muka

Segaaar! Tiba di Bundaran HI, Petani Ramai-ramai Basuh Muka

- detikNews
Sabtu, 24 Sep 2011 14:16 WIB
 Segaaar! Tiba di Bundaran HI, Petani Ramai-ramai Basuh Muka
Jakarta - Seribuan petani yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara telah bergeser ke Bundaran Hotel Indonesia. Mereka melanjutkan aksinya di Bundaran HI.

Cuaca selama 2 jam berdemo di Istana Negara dan dalam perjalanan ke Bundaran HI begitu panas menyengat. Terik matahari terasa membakar kulit.

Karena itu begitu tiba di Bundaran HI sekitar pukul 13.23 WIB, para petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) inipun ramai-ramai membasuh muka dengan air kolam Bundaran HI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka berjejer di bibir kolam berbentuk bulat tersebut. Dengan berjongkok, para petani yang berasal dari berbagai daerah ini membasuh muka, tangan, dan kaki. Anak-anak yang diajak dalam demo pun juga ikut dibasahi mukanya dengan air oleh para orangtua mereka.

Rasa lelah pun sesaat hilang. Karenanya, mereka kembali bersemangat untuk mengikuti aksi menuntut dipenuhinya hak-hak petani atas tanah. Hak itu telah diatur dalam Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) tahun 1960 atau 51 tahun yang lalu.

Salah seorang petani bernama Sakata mengatakan, tanah milik leluluhurnya di Kelurahan Cihajuang, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten, sudah sejak lama dikuasai oleh Perum Perhutani. Dari tahun 1990, ia menggarap lahan tersebut dengan sistem sewa.

"Padahal tanah itu hak kami, tapi kami harus menyewa. Saya menyewa 4 kotak dan harus membayar dengan setengah kwintal hasil panen," ujar Sakata.

Sakata terpaksa menyambi sebagai pekerja perkebunan di Kalimatan akibat tidak memiliki tanah. Karenanya, ia berharap pemerintah segera membaginan tanah perhutani itu kepada petani sesuai amanah undang-undang.

"Kami minta di hari tani nasional ini, pemerintah memberikan tanah itu kepada petani," katanya.

Hingga pukul 13.40 WIB, para petani itu masih melakukan aksi di bundaran HI. Aksi dama itu dijaga oleh puluhan polisi. Lalu lintas di bundaran sedikit tersendat, namun umumnya berjalan lancar.


(irw/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini