Hal itu diutarakan Din, usai menjenguk mantan Ketua KPK Antasari Azhar di Lapas Tangerang, Kota Tangerang, Jumat (23/9/2011). Din mengatakan, kunci dari reshuffle ini harus ada perbaikan kinerja menteri.
"Masalah presiden juga, watak yang harus dirubah. Cenderung memperhatikan pada citra dan kata-kata. Perlu sikap yang akomodatif, tidak sendirian. Boediono juga sebagai Wakil Presiden, jangan bersembunyi di balik legitimasi rakyat. Jangan lari dari permasalahan," kata Din.
Menurut Din, kalau kinerja menteri buruk, rakyat akan menjadi korban. "Jangan main kata-kata, tapi tunjukan dengan kerja. Menteri harus punya visi kedepan, tidak hanya manajemen, tapi punya leadership," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya satu menteri saja saya kira (satu menteri). Saya sanksi reshuffle akan dilakukan. Tapi kata kuncinya saya kira yang terpenting harus ada perbaikan dikerja," terangnya.
Antasari
Terkait kunjunganya ke tahanan Antasari, Din mengatakan Antasari sangat menikmati makan siang nasi Padang yang dibawa Din. "Kita bawa lauknya telur dadar dan rendang. Dia sangat menikmatinya," katanya.
Dalam obrolan sambil makan nasi bungkus itu, tentu ada juga pembicaraan seputar kasus yang menimpa Antasari. Din mengaku tidak terlalu paham dunia hukum, namun dia menilai memang ada yang tidak wajar dalam kasus Antasari.
"Saya semakin yakin, dengan pengajuan PK dan novum baru, kasus ini saya katakan ada apa-apanya. Makanya saya bisa katakan dia telah terzalimi. Saya berharap PK ini bisa berhasil. Hakim harus bisa mengadili dengan benar," katanya.
Din juga mengaku, Antasari dalam keadaan sehat. "Yang terpenting katanya, meski hati terpenjara tapi fikirannya tidak," terang Din.
(fay/fay)











































