"Tergantung kelalaiannya PT CNOOC atau kontraktor kapal tersebut. Tentu ada sanksi dari BP Migas," kata Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana saat dihubungi detikcom, Jumat (23/9/2011).
Namun menurut Gde, selama ini PT CNOOC dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai kredibilitas yang baik. PT CNOOC tidak mungkin melakukan kesengajaan dalam bekerja yang menjerumuskan posisinya di bursa New York.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gde menjelaskan kapal 'Lentera Bangsa' bukan milik PT CNOOC. Kapal itu disewa oleh PT CNOOC. Saat terjadi insiden kebakaran, memang ada perbaikan dalam kapal tersebut. Perbaikan itu dilakukan oleh pengelola kapal tersebut.
"PT CNOOC maunya kapal dalam keadaan full function. Tapi ada hal-hal yang harus diperbaiki. Makanya ada tim investigasi untuk itu," ungkapnya.
Gde menegaskan insiden kebakaran ini terjadi pada pukul 08.40 WIB. Saat mengetahui hal itu, petugas dari BP Migas dan PT CNOOC langsung melakukan evakuasi. Pukul 11.35 WIB, api berhasil dipadamkan.
"Pada saat kejadian, ada sejumlah 35 orang sedang berada diatas di FSO Lentera Bangsa," tegasnya.
(gus/fay)










































