Baru Dilantik, Dirjen PAS Diminta Tinjau Opsi Hapus Remisi Bagi Koruptor

Baru Dilantik, Dirjen PAS Diminta Tinjau Opsi Hapus Remisi Bagi Koruptor

- detikNews
Jumat, 23 Sep 2011 16:07 WIB
Baru Dilantik, Dirjen PAS Diminta Tinjau Opsi Hapus Remisi Bagi Koruptor
Jakarta - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) menggelar pelantikan pejabat eselon I, yakni Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) yang baru. Mantan Kepala Kanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta, Sihabudin dilantik menjadi Dirjen Pemasyarakatan menggantikan Untung Sugiyono.

Pelantikan digelar di Graha Pengayoman, Kantor Kemenkum HAM, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2011). Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar yang langsung melantik dan mengambil sumpah jabatan atas Sihabudin.

Sihabudin menduduki jabatan Dirjen Pemasyarakatan menggantikan Untung Sugiyono yang habis masa jabatannya per Oktober 2011. Selanjutnya, Untung Sugiyono akan memasuki masa pensiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sambutannya, Patrialis menyampaikan pesan khusus bagi Sihabudin. Pesan khusus ini terkait pembahasan penghentian remisi bagi para koruptor yang telah disetujui Presiden SBY.

"Tugas pertama, kita memprioritaskan apa yang menjadi perintah Bapak Presiden untuk merealisasikan kajian agar pemberian remisi bagi koruptor itu segera ditinjau," tegas Patrialis.

Patrialis meminta agar Sihabudin sebagai Dirjen Pemasyarakatan segera menentukan konsep yang matang soal wacana penghentian remisi bagi koruptor tersebut.

"Apakah dengan moratorium atau peniadaan remisi sama sekali. Saya minta Pak Dirjen Pemasyarakatan yang baru dalam waktu singkat, kita harus memberikan jawaban konsep yang matang kepada Presiden. Agar jangan lagi beliau menjadi sasaran tembak," imbuhnya.

Patrialis menambahkan, agar Sihabudin mampu menjalankan tugasnya yang baru dengan baik. Banyak pekerjaan berat yang menanti Sihabudin sebagai Dirjen Pemasyarakatan yang baru.

"Pak Sihabudin, banyak sekali pekerjaan rumah kita yang saya rasa belum selesai dan tidak akan pernah selesai. Karena memang banyak permasalahan di pemasyarakatan," tandas Patrialis.


(nvc/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads