"Jadi partai tidak bisa mengatakan menteri mana yang layak direshuffle atau menteri mana yang layak dipertahankan. Parpol posisinya adalah menerima dan menunggu apa yang akan diputuskan oleh presiden," kata Saan, saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (23/9/2011).
Reshuffle, lanjut Saan, adalah sepenuhnya hak prerogatif presiden. Menurutnya, presiden sudah memiliki masukan dan informasi yang terkait kinerja para menteri, salah satunya dari UKP4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berpendapat, selama ini masyarakat hanya menilai kinerja menteri berdasarkan isu yang terangkat di media, sehingga ia mempertanyakan pernyataan dari Viva Yoga itu.
"Dia melihatnya dari mana? yang tahu kinerja (menteri) kan Presiden. Kita sebagi politisi melihat berdasarkan isu-isu yang muncul," jelasnya.
Isu mengenai menteri yang akan diganti memang kian 'liar' setelah istana memastikan reshuffle akan dilakukan awal Oktober nanti.
Sejumlah menteri di sektor perekonomian disebut-sebut akan kena reshuffle kabinet. Mereka antara lain Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.
(van/gun)










































