PKS Belum Juga Diajak Bicara Soal Reshuffle

PKS Belum Juga Diajak Bicara Soal Reshuffle

- detikNews
Jumat, 23 Sep 2011 15:45 WIB
Jakarta - Presiden SBY sudah mengutarakan niat reshuffle kabinet akan dilakukan bulan depan. Namun hingga hari ini elit Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum diajak bicara.

"Sampai sekarang PKS belum diajak bicara. PKS akan membicarakan tentang reshuffle setelah semuanya jelas," jelas Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/9/2011).

Menurut Mahfudz, kontrak koalisi mengharuskan SBY berkoordinasi dengan mitra koalisi sebelum reshuffle kabinet. PKS tak akan mempersiapkan pengganti menteri tanpa diminta SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam kontrak koalisi yang baru apabila Presiden hendak melakukan reshuffle kabinet harus membicarakan dengan pimpinan parpol koalisi. Presiden juga akan meminta parpol mengajukan calon menteri," tuturnya.

Namun PKS berharap reshuffle dilakukan berdasarkan penilaian kinerja. Harus dipikirkan reshuffle sebagai penyelesaian masalah, bukan hanya pertimbangan politik.

"Yang saya syukuri Presiden mengatakan reshuffle berdasar evaluasi kinerja. Presiden perlu mengevaluasi pada level pertama di tingkat mengganti menteri dan level kedua yakni pola koordinasi kementerian dengan bosnya Menko. Ini ada masalah tersendiri. Jadi kalau evaluasi separuh hanya menyelesaikan 50 persen masalah," terangnya.

Isu mengenai menteri yang akan diganti memang kian 'liar' setelah istana memastikan reshuffle akan dilakukan awal Oktober nanti.

sejumlah menteri di sektor perekonomian disebut-sebut akan kena reshuffle kabinet. Mereka antara lain Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.

Selain menteri ekonomi, juga mulai santer nama sejumlah menteri yang terancam diganti.
Menkokesra Agung Laksono disebut-sebut akan diganti oleh koleganya di Golkar yang merupakan pemimpin Kadin, Syarif Cicip Sutardjo.

Wasekjen Idrus Marham juga konon disiapkan Golkar untuk menggantikan Menpora Andi Malarangeng. Menakertrans Muhaimin Iskandar juga tak luput dari gonjang-ganjing bakal dicopot. Nama Andi Gani Nena Wea, putra dari mantan Menakertrans Jacob Nuwawea yang juga dari PDIP, disebut sebagai kandidat yang disiapkan. Gani merupakan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Niaga yang membangun klinik kesehatan Gratis untuk pekerja yang di PHK.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa juga dikabarkan akan diganti oleh Sekjen PPP Romahurmuzy. Namun kabar ini sudah dibantah oleh Romahurmuzy. "Tidak ada pembicaraan soal minta dipersiapkan kader untuk menggantikan Pak Suharso," tampik Romahurmuzy beberapa waktu lalu.

(van/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads