Sedikitnya 120 anggota Laskar FPI dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Rinciannya 20 orang dirawat di RS Pelni, 33 orang di RS Bhakti Mulia, 9 orang di RS Agung Manggarai Jakarta, 1 orang di RS Medika, Kemayoran, 28 orang anggota Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur, 30 orang dari FPI Gunung Putri, 15 orang di RS Tarakan Cideng, 2 orang di RS Klender, Jakarta Timur. Korban terdiri dari 5 anak kecil, 13 perempuan dan 102 pria.
"Jadi untuk pengobatannya kita swadaya dari DPP FPI dan DPD FPI," kata Ketua FPI DKI Habib Selon kepada wartawan, Jumat (23/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat perwakilan FPI bernegosiasi dengan KPK, anak-anak di barisan depan diberi makan. Entah siapa yang memberi makan, kita masih selidiki. Kita sudah kantongi identitasnya," kata Selon.
Selon memastikan si pemberi nasi bungkus bukan dari FPI. "Bukan, bukan anggota FPI. Kita tidak pesan makanan atau pun minuman. Yang membawa itu korlap dari LAKI," ujarnya.
Berikut kronologi keracunan makanan itu versi FPI:
Kamis 22 September, pukul 14.00 WIB
Demo bubar dan damai
Pukul 15.30 WIB
Ada informasi beberapa anggota FPI mengeluh muntah-muntah dan akhirnya merembet ke wilayah-wilayah lain. FPI menurunkan tim untuk menyelidiki siapa yang memberi makan ini.
"Kita sudah tahu siapa. Tetapi kita sudah serahkan ke polisi untuk dilakukan penyelidikan. Kita belum bisa menentukan apakah diracun, keracunan atau nasinya kadaluwarsa. FPI kan musuhnya banyak," papar Selon.
Ada dugaan pihak tertentu meracuri? "Ya ada misi-misi tertentu orang ingin menghancurkan FPI kita tidak tahu ya. Yang pasti besok ada pelantikan pengurus komandan laskar FPI. Ada indikasi tidak bagus, jadi kita serahkan Kepolisian untuk mengusutnya," jawab dia.
Korban-korban keracunan ada yang sudah pulih dan dipulangkan, dan ada juga yang masih dirawat. "Alhamdulillah sejauh ini belum ada yang menjurus ke kematian," ujar Selon.
(aan/nrl)











































