Mahasiswa memang ikut dalam aksi para sopir yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Angkutan Bandara. Mereka menuntut pihak PT Angkasa Pura I mengizinkan mereka kembali beroperasi di bandara. Massa juga menuntut AP I mengusut kasus penipuan dan pungutan liar sebesar Rp 5 juta-15 juta permobil, yang menimpa para sopir dan dilakukan mitra AP I.
Keributan terjadi saat para sopir dan mahasiswa hendak menggelar salat jumat dengan cara menutup jalan masuk bandara. Dalam keributan ini, 3 mahasiswa pengunjuk rasa, yakni Anto dan Azhar mahasiswa UIN Alauddin, serta Adi mahasiswa Universitas Indonesia Timur (UIT) terkena pukulan aparat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut koordinator aksi para sopir, Anto kepada wartawan, pihaknya menyesalkan terjadinya pemukulan oleh polisi. "Aksi yang kami lakukan hari ini adalah aksi damai, kami mengantongi izin dari kepolisian, kenapa para aparat harus melakukan tindakan represif untuk menggagalkan aksi kami," kata Anto.
Usai melaporkan kasus pemukulan di Mapolda Sulselbar, massa sopir dan mahasiswa kemudian melanjutkan aksinya di Kantor DPRD Sulsel, di Jalan Urip Sumoharjo. Hingga pukul 14.00 Wita, aksi masih terus berlangsung.
Sementara dari pantauan detikcom, pengamanan di jalan masuk ke Bandara Hasanuddin dilakukan ratusan polisi dari Polrestabes Makassar, Polres Maros dan Polsek Biringkanaya, yang dilengkapi satu kendaraan taktis. Selain itu, tampak juga pengamanan bandara dari PT Angkasa Pura I.
(mna/fay)










































