"Siapa bilang. Ini kan isu, itu apalagi. Jangan menambah ruwet. Enggak lah, kita belum bicara internal kita. Mau reshuffle atau enggak itu hak prerogatif presiden," tegas Idrus kepada wartawan, Jumat (23/9/2011).
Pandangan senada disampaikan Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso menanggapi isu reshuffle kabinet. Priyo berpandangan menteri Golkar, termasuk Menkokesra Agung Laksono yang diisukan akan direshuffle, sudah bekerja dengan cukup bagus.
"Kami ikhlaskan siapapun kalau direshuffle. Meskipun kami percaya figur-figur dari Golkar baik-baik saja. Semua bagus, Pak Agung kinerjanya lumayan bagus. Pak Fadel OK, Pak MS Hidayat begitu juga. Tapi kalau presiden memandang harus ada pergeseran tidak apa-apa," ujar Priyo.
Agung laksono memang diisukan akan direshuffle dari kabinet. Waketum Golkar Cicip Sutardjo dan Sekjen Golkar Idrus Marham disebut-sebut internal Golkar akan menggantikan Agung.
Priyo menyinggung perlunya koalisi diajak bicara soal reshuffle kabinet. Ia mengisyaratkan Golkar telah diajak bicara oleh Presiden SBY.
"Meskipun saya tahu tidak perlu saya sampaikan ke publik. Lebih baik saya bilang saya tidak tahu," ucap Priyo sambil tersenyum.
Namun ia menegaskan bahwa reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden. "Ini kan urusan hak prerogatif presiden. Setgab jangan mengalahkan hak itu," tegasnya.
(van/rdf)











































