Sejumlah partai koalisi menduga Presiden SBY akan mereshuffle menteri non-parpol. Karena untuk mereshuffle menteri non parpol tidak diperlukan komunikasi dengan elit parpol koalisi.
Sejumlah menteri non-parpol yang diisukan akan direshuffle adalah Menteri ESDM Darwin Saleh, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, dan Menkeu Agus Marto. Darwin dipandang pekerjaannya kurang maksimal. Sedangkan menteri BUMN dipandang perlu beristirahat dalam proses penyembuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini komunikasi SBY dengan mitra koalisi juga sangat normatif. Belum menyangkut nama-nama menteri yang akan diganti.
Pandangan senada disampaikan Sekjen Golkar Idrus Marham. Hingga saat ini Golkar juga belum diajak bicara soal reshuffle kabinet.
"Silakan bagi kita itu adalah standar saja. Itu adalah hak prerogatif presiden silahkan presiden yang menentukan,"terangnya.
Menurut Idrus, setiap ada reshuffle harusnya koalisi diajak bicara. Minimal menyangkut calon menteri yang akan menggantikan menteri yang dipandang tidak optimal.
"Kecuali dari menteri Golkar atau koalisi kita perlu bicara. Ini kan koalisi. Memang belum ada pembicaraan sampai sekarang,"tuturnya.
Sumber detikcom di internal elit PKS menuturkan belum ada komunikasi antara Hilmi Aminuddin dengan SBY. PKS juga meyakini SBY hanya mengganti menteri sektor ekonomi.
"Jadi yang diganti hanya menteri ekuin di bawah Hatta Rajasa," tandasnya.
(van/rdf)











































