"Itu tanda tidak bisa mengelak dari pemeriksaan hukum yang dilakukan KPK," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, kepada detikcom, Jumat (23/9/2011).
Meski begitu, Ray khawatir kedatangan Anas hanyalah untuk membuat beberapa asumsi dan manipulasi yang biasa dilakukan pejabat. Seperti pencitraan agar terkesan tidak terlibat dalam sebuah kasus kemudian menghilang atau mengaku sakit lupa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun khawatir nantinya pejabat atau petinggi parpol yang sudah melakukan pencitraan itu mengaku sakit sehingga tidak bisa diperiksa lalu kasus itu terhenti dan tak menyentuhnya.
"Terakhir kekhawatiran saya, nanti orang itu dengan sukarela datang terus berujung pada amnesia atau penyakit lupa sehingga membebaskan dirinya. Tapi semoga saja tidak," imbuh Ray.
Seperti diketahui, saat ini ada beberapa petinggi parpol lain yang bermasalah di KPK. Beberapa di antaranya bahkan sudah disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi. Yang paling terakhir adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang tersangkut kasus dugaan suap di Kemenkertrans. Muhaimin rencananya juga akan dipanggil KPK.
(feb/anw)










































