Pihak Istana masih menutup rapat kapan reshuffle akan diumumkan. Para staf khusus Presiden atau pun juru bicara Presiden mengaku tidak tahu kapan pengumuman reshuffle akan dibacakan. Semuanya berdalih: itu adalah hak prerogatif Presiden.
"Tentang nama yang masuk dan keluar, saya tidak punya informasi atau kehendak untuk berbagi tentang itu. Saya minta agar dimaklumi karena sifatnya sensitif dan wibawa serta kehormatannya hanya menjadi milik Presiden seorang," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa dalam pesa singkatnya kepada detikcom, Kamis (22/9/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak disampaikan bahwa persis pada minggu pertama. Namun sebelum memasuki tahun ketiga pemerintahan," kata Julian.
Kapan pun reshuffle diumumkan Presiden, yang jelas para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II saat ini sedang harap-harap cemas. Apalagi, sejumlah menteri yang belakangan menjadi sorotan lantaran kinerjanya dianggap buruk, atau juga menteri yang juga memiliki masalah pribadi yang akhirnya mempengaruhi kredibilitasnya sebagai seorang pejabat publik.
Beberapa menteri yang sering disebut akan kena reshuffle di antaranya adalah Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Darwin dianggap tidak memiliki prestasi apa pun saat menjadi menteri. Pria yang juga kader Partai Demokrat ini bahkan saat ini sedang berada di luar negeri menjelang detik-detik pengumuman reshuffle.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar juga santer dikabarkan akan diganti. Alasannya tak lain adalah karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk menjabat sebagai menteri. Bahkan hingga saat ini pun, Mustafa sedang berada di Singapura untuk menjalani perawatan kesehatan.
Bagaimana dengan menteri-menteri yang lain, seperti Menkominfo Tifatul Sembiring, Menpera Suharso Manoarfa, Menhub Freddy Numberi, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, yang juga sempat dikabarkan akan di-reshuffle atau dipindah ke posisi lain? Kemungkinan apa pun bisa terjadi.
Namun yang jelas, Presiden SBY tadi malam telah memberi sinyal bahwa akan ada beberapa menteri yang cukup menjalani tugas. Diganti dengan wajah-wajah baru yang sesuai dengan pilihan SBY.
"Prinsip right man on the right place, beberapa menteri mungkin sudah cukup dan diperlukan pejabat baru sesuai tantangan 3 tahun mendatang. Karena itu beri
kesempatan dan kepercayaan pada saya sesuai dengan kewenangan kosntitusi yang
saya miliki," kata SBY saat memberikan sambutan pada pembukaan Munas Tarbiyah Islamiyah di Jambi, Kamis (22/9/2011) malam kemarin.
(anw/feb)











































