"Resuffle ini, kata Presiden SBY, karena pertimbangan kinerja, integritas, dan ketepatan orang dalam menjalankan tugas dan fungsinya, atau 'the right man on the right place'," kata Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah Velix Wanggai dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (23/9/2011).
Velix mengatakan, Presiden menganggap pejabat-pejabat menteri yang sudah menjabat harus merelakan diganti dengan wajah-wajah baru. Presiden SBY, lanjut Velix, mengatakan bahwa memang setiap tahun publik sering menyuarakan pergantian kabinet. Namun SBY menilai kita tidak bisa membongkar pasang kabinet dengan gampang.
"Namun, kini, SBY menilai bahwa 20 Oktober 2011 adalah waktu yang tepat untuk menata kembali jajaran Kabinet ini," nujarnya.
"Resuffle adalah keniscayaan dalam hitungan 2-3 minggu ke depan. Orang yang tepat di tempat yang tepat menjadi faktor utama dalam pergantian ini. Tiga tahun ke depan, kita harus berlari, full speed, mencapai harapan rakyat," ujarnya.
(anw/feb)











































