"Prinsip right man dan right place, beberapa menteri mungkin sudah cukup dan
diperlukan pejabat baru sesuai tantangan 3 tahun mendatang. Karena itu beri
kesempatan dan kepercayaan pada saya sesuai dengan kewenangan kosntitusi yang
saya miliki," kata SBY saat memberikan sambutan pada pembukaan Munas Tarbiyah di Jambi, Kamis (22/9/2011) malam.
Presiden mengatakan, ada kecenderungan setiap tahun dia didorong dan ditekan untuk melaksanakan reshuffle. SBY memilih untuk tidak begitu saja melayani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat melakukan reshuffle sebelumnya, SBY melakukan reshuffle memang karena ada alasan yang tepat sesuai dengan nalar. BUkan sekadar bongkar pasang menteri, akan tetapi ada alasan yang tepat dis etiap pergantian menteri.
"Dulu dalam periode pertama melakukan reshuffle dengan alasan dan argumentasi yang bisa dinalar. Kalau sekadar reshuffle ganti menteri tanpa urgensi dan alasan saya khawatir kesinambungan dan stabilitas efektivitas kabinet terganggu. Maka saya memilih untuk tidak setiap saat bongkar pasang kabinet dan mengganti dengan alasan tidak tepat," papar SBY.
saya punya pendirian, pemerintahan ini memiliki masa bakti 5 tahun. "Saya
akan evaluasi 2 tahun pertama agar 3 tahun terakhir bisa berjalan efektif," katanya.
(anw/feb)











































