Australia akan Teken Perjanjian Pertahanan Rudal dengan AS
Rabu, 07 Jul 2004 15:15 WIB
Jakarta -
Pemerintah Australia akan menandatangani perjanjian pertahanan rudal dengan pemerintah Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Australia Robert Hill akan berada di Washington untuk meneken kesepakatan guna membantu mengembangkan jaringan pertahanan rudal yang kontroversial itu.Pemerintah Australia tetap akan menandatangani kerja sama dengan AS itu meski mendapat banyak pertentangan politik di dalam negeri. "Dari perspektif Australia, kami melihat jauh ke depan," tutur Hill pada wartawan di markas besar PBB di New York, AS."Kami tidak ada ancaman apapun terhadap kami dari rudal balistik pada saat ini, namun saatnya mungkin datang saat kami telah memilikinya," imbuhnya seperti dikutip AFP, Rabu (7/7/2004).Hill akan meneken nota kesepahaman (MoU) yang akan membuat Australia berkomitmen untuk bekerja sama dengan sekutu dekatnya itu dalam program pertahanan rudal. Termasuk bantuan dalam riset selama periode 25 tahun."Teknologi baru ini berarti bahwa ada kemungkinan untuk berlindung dari rudal-rudal balistik yang datang, dan di masa lalu ini tidak mungkin. Jadi mengapa tidak memanfaatkan itu," kata Hill.Kubu oposisi Australia, partai Buruh mengecam keras rencana kerja sama AS-Australia ini. Menurut mereka, program ini bisa saja menimbulkan ajang adu senjata oleh Cina dan India.
(ita/)










































