"Untuk diganti atau tidak itu kan hak dari Presiden. Tetapi melihat kinerjanya selama ini, menhub layak dipertimbangkan untuk di-reshuffle," ujar Yudi kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2011).
Menurut Yudi, kinerja menhub bisa diukur dari tingginya angka kecelakaan. Pada angkutan mudik tahun ini saja, angka kecelakaan mengalami kenaikan.
"Kalau bicara masalah kinerja Menhub, paling banyak keluhan dari masyarakat, terkait banyaknya kecelakaan. Program road to zero accident itu belum benar-benar maksimal, karena angka kecelakaan masih tinggi," terangnya.
Selain masalah tingginya angka kecelakaan, penyerapan anggaran di Kementerian Perhubungan juga sangat rendah. Hal ini menandakan bahwa banyak program yang belum dijalankan.
"Realisasi anggaran Kementerian Perhubungan per 15 september ini baru 54,83 persen. Angka ini tentu sangat rendah dan itu akan menjadi catatan kami," imbuhnya.
(her/lrn)











































