"Ya kalau dilihat sekilas sih dia itu seperti yang dikatakan dia juga bahwa dia itu kurang gaul. Tapi saya tidak mempersoalkan dia gaul atau tidak. Namun, seorang hakim itu kan dituntut punya wawasan yang luas. Nah, kalau misalnya itu kurang saya takutkan itu bisa menjadikan tidak independen," kata Fahri kepada Jurnalparlemen.com di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/9).
Fahri menambahkan, seorang hakim agung yang mempunyai kapasitas, integritas, pengetahuan dan kredibilitas tinggi saat ini sangat diperlukan bangsa Indonesia. Sang hakim agung nanti bisa menjalankan fungsinya dengan baik dalam mengambil sebuah keputusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon hakim agung, Heru Mulyono Ilwan yang merupakan Sarjana Hukum Pidana lulusan Universitas Brawijaya pada tahun 1983 dan menempuh S2 di Universitas Putra Bangsa pada 2005 sempat dicecar perihal tugas pokok MA. Namun, beberapa anggota DPR merasa sedikit kecewa ketika pria kelahiran Pamekasan, Madura 54 tahun silam ini memberikan jawaban tidak terlalu mengetahui tugas pokok MA.
(nwk/nwk)











































