Kebakaran Marak, Foke Minta Pejabat Daerah Lebih Antisipatif

Kebakaran Marak, Foke Minta Pejabat Daerah Lebih Antisipatif

- detikNews
Kamis, 22 Sep 2011 15:55 WIB
Kebakaran Marak, Foke Minta Pejabat Daerah Lebih Antisipatif
Jakarta - Selain banjir, salah satu masalah yang sering dihadapi di Jakarta adalah kebakaran. Per tahunnya, tercatat 850 kali kasus kebakaran dengan kerugian rata-rata sekitar Rp 160 miliar.

Agar angka tersebut tidak terus meningkat, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta semua jajaran pemerintah kota, dinas terkait dan serta masyarakat lebih antisipasi.

"Karena datangnya bencana sering tidak dapat diprediksi secara tepat dan pasti tentu akan menimbulkan kerugian besar. Sehingga semua pihak kita minta selalu meningkatkan antisipasi dan kesiapan untuk penanggulangannya," tutur Fauzi.

Hal itu disampaikan Fauzi dalam acara Pengarahan Gubernur kepada pimpinan SKPD dan UKPD Pemprov DKI Jakarta, dalam rangka Antisipasi Musim Penghujan dan Kebakaran di Jakarta, di Gedung Nyi Ageng Serang, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/9/2011).

Fauzi menambahkan, penyebab musibah kebakaran kebanyakan karena korsleting listrik, kompor meledak, dan puntung rokok. Oleh karena itu, Fauzi berharap ke depan masalah penggunaan listrik agar lebih diperketat.

Pria yang akrab disapa Foke ini menyadari bantuan yang diberikan pemerintah pada masyarakat menjadi korban kebakaran belum optimal. Namun, dia juga menolak jika dikatakan pemerintah tidak bisa berbuat banyak meredam tingginya angka kebakaran.

"Saya tidak ingin memberikan kesan pemerintah membiarkan begitu saja kejadian kebakaran. Oleh karena itu, saya meminta seluruh wilayah kota cepat mengambil keputusan saat kebakaran terjadi. Misalnya, apakah pasca kebakaran ini mungkin dibangun kembali gedung atau rumah," kritiknya.

Foke juga mengimbau jajarannya untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat tentang penggunaan hydran dalam keadaan darurat. Selain itu, dia juga meminta suplai air saat kebakaran terjadi tidak terhambat. Karena itu merupakan pertolongan pertama yang paling dibutuhkan masyarakat.

"Sosialisasikan penggunaan hydran itu kepada masyarakat jangan kepada gubernur. Sehingga jika terjadi kebakaran, masyarakat masih punya harapan untuk menyelamatkan barang-barang mereka. Saya juga minta saat kebakaran terjadi, utamakan suplai air kepada masyarakat jadi hal yang terpenting, kalau perlu dituangkan dalam SOP," tambah Foke.

Yang terpenting dari itu semua, lanjut Foke, ketika menghadapi kejadian tersebut semua pihak saling bekerja sama. Dia berpesa, jangan bergerak hanya dengan instruksi gubernur.

"Tanpa disuruh gubernurnya harus bergerak. Dan kepada unsur lain yang tidak berkenaan langsung jangan mengatakan kalau kebakaran itu bukan urusan gue. Semua saya minta berkoordinasi," pesan Foke.




(lia/lrn)


Berita Terkait