"Iya (soal commitment fee), karena disebut-sebut kan perlu klarifikasi, agar tidak jadi fitnah," kata Ketua KPK Busryo Muqqodas sebelum rapat koordinasi dengan Fraksi Partai Golkar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2011).
Namun Busryo belum bisa mengungkapkan hal ini lebih jelas. Busryo juga tidak mau menyebut adanya indikasi tidak transparannya Banggar DPR. "Kita belum bisa mengemukakan itu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus suap Kemnakertrans disinyalir terdapat peran anggota Banggar di dalamnya. Salah satu tersangka, Dharnawati, melalui kuasa hukumnya, memunculkan dugaan adanya aliran dana ke Banggar dan makelar proyek yang berhubungan dengan Banggar.
KPK sebelumnya pernah menyatakan akan melacak sampai ke Banggar DPR. "Yang ditengarai itu, ada kaitannya, manajemen yang ada di banggar sana. Sehingga kami tentu akan melakukan pelacakan sampai ke sana juga," tutur Ketua KPK, Busyro Muqoddas, Rabu (14/6/2011) silam.
Menurut Busyro, peran Banggar DPR cukup strategis dalam menyusun anggaran bersama Kemenkeu. Namun mantan Ketua Komisi Yudisial ini belum bisa memaparkan apakah benar ada permainan di Banggar, karena memang harus dibuktikan terlebih dahulu.
(ken/mad)











































