Golput Putaran II Bisa 30%
Rabu, 07 Jul 2004 14:12 WIB
Jakarta - Sejumlah warga memilih golput pada putaran II bila jagoannya kalah dalam pilpres putaran I. Bahkan ditaksir jumlah golput putaran mendatang meroket hingga 30%."Banyak pendukung Amien yang menyatakan golput. Dari kelompok ini, jumlahnya maksimal 20%. Tapi jika digabung dengan golput yang ada sekarang ini sekitar 10%, jadi golput mendatang bisa 30%," pendapat peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Riza Sihbudi.Menurutnya, golput adalah hak setiap orang dan hal itu tidak akan menyebabkan pemilu tidak sah. "Saya kira tidak ada masalah, golput itu kan hak. Tapi itu tidak akan mengganggu keabsahan hasil pemilu secara keseluruhan," kata Riza kepada detikcom usai diskusi di Hotel Sahid Jaya Jl.Jenderal Sudirman,Jakarta, Rabu (7/7/2004).Namun kolega Riza di LIPI, Indria Samego, punya pendapat lain. Menurutnya, jumlah pemilih golput tidak akan bertambah secara signifikan untuk pemilu presiden putaran kedua."Saya kira tidak akan banyak yang golput, mungkin yang ngomong saja yanggolput," kata Indria pada detikcom, Rabu (7/7/2004).Indria juga menyatakan bahwa tidak ada bukti bahwa mobilisasi massa untuk golput berhasil mempengaruhi orang-orang. Ancaman golput hanyalah kekecewaanatas gagalnya capres pilihan mereka untuk masuk putaran kedua. "Apa yang disampaikan saya kira hanya emosi sesaat saja," kata Indria."Golput pada putaran kedua akan ada perubahan, dalam arti orangyang berbeda. Bisa dari kalangan masyarakat yang kecewa tadi, ditambahdengan golput lama," tandasnya.Namun Indria tidak yakin pemilih golput lama akan selamanya golput, karenamereka bisa sadar dan kemudian memilih di putaran kedua. Bagaimana dengan Anda?
(nrl/)











































