"Kita belum pernah (komunikasi). Ketua umum, di fraksi, maupun di partai belum merapatkan soal reshuflle," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2011).
Menurut Setya, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Namun Golkar menegaskan, tiga menterinya yang duduk di kabinet telah menjalankan tugasnya dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila nantinya ada reshuffle, Golkar pun menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden SBY. Golkar tidak akan menawarkan kadernya untuk jadi menteri.
"Kita tidak menawarkan dan tidak minta penambahan kursi. Presiden yang menilai kinerja, itu tergantung presiden untuk mengevaluasi, kita tidak mendorong-dorong," imbuhnya.
(her/lrn)











































