"Tidak hanya pendidikan hukum, pendidikan lain juga bermasalah. Lihat saja kampus-kampus sekarang kehilangan spirit," ujar Busyro sebelum rapat koordinasi dengan Fraksi Partai Golkar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9/2011).
"Kampus sudah tidak mencerminkan sebagai pusat untuk menyemai pemimpin-pemimpin. Kampus lebih banyak menghasilkan sarjana-sarjana ansih yang belum tentu sarjana itu leader," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum bisa menyatakan kekecewaan tapi juga belum bisa memberi apresiasi terhadap pendidikan saat ini," imbuhnya.
Sebelumnya Busyro juga mengkritisi hakim yang saat ini cenderung memberikan vonis rendah bagi para koruptor. "Secara umum putusan-putusan hakim untuk perkara korupsi, akhir-akhir ini merendah. Kehilangan ruh untuk berpihak pada kepentingan rakyat," terangnya.
Guru besar Fakultas Hukum UII ini menilai putusan hakim itu tidak mencerminkan ideologi hukum. Padahal menurutnya, hakim itu harus seorang ideolog dan punya ideologi hukum yang jelas.
"Pendidikan hukum di Indonesia S1 terutama itu bermasalah, sehingga harus didekontruksi basis filosofinya. Mekanisme proses rekrutmen dan seleksi hakim itu juga bermasalah," ujarnya.
(her/lh)











































