'Jika Jagoku Kalah, Aku Golput'
Rabu, 07 Jul 2004 13:52 WIB
Jakarta - "Amien kalah? Wah, saya golput." Itulah komentar Jafari, seorang karyawan swasta di Jakarta, ketika ditanya siapa yang akan dipilihnya pada pilpres putaran II yang akan digelar 20 September nanti. Jafari adalah pendukung berat Amien Rais.Suara serupa disampaikan Yanti, karyawati swasta, warga Pondok Cabe-Depok. "Saya tidak akan mencoblos," cetusnya.Budi, warga Parung-Bogor, juga menegaskan hal yang sama. "Saya males jalan ke TPS. Tidak ada lagi penerus reformasi," alasannya. Sekadar diketahui, berdasar quick count LP3ES dan NDI, yang masuk putaran II adalah SBY-Mega. Prediksi ini tidak jauh berbeda dengan hasil penghitungan suara sementara KPU saat ini.Dan, tidak cuma pendukung Amien Rais yang akan golput. Pendukung Wiranto melakukan serupa. "SBY-Mega, dua-duanya tidak ada yang mendingan. Jadi mendingan golput saja," komentar Hana, warga Jl.Radio Dalam, Jaksel.Namun, banyak juga yang masih pikir-pikir. "SBY dan Mega sama-sama punya faktor X yang tidak bisa diterima. SBY karena kemiliterannya dan Mega karena kemampuannya diragukan," urai Anto, warga BSD Tangerang. "Saya mungkin akan golput. Tapi mungkin juga tidak," sambungnya.Ani, warga Depok, juga masih pikir-pikir. "Saya akan salat istikharah dulu, " katanya. Uniknya, dia istikharah untuk memilih golput atau tidak, jadi bukan antara SBY dan Mega. Namun, ada juga yang telah menjatuhkan pilihan. "Saya dulu pilih Wiranto. Kalau dia kalah, saya pilih SBY," kata Tina, warga Jl.Fatmawati, Jaksel.Jika jago Anda kalah, apakah Anda akan golput juga? Atau mengalihkan dukungan? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com.
(nrl/)











































