Marzuki: SBY Sudah Bicarakan Reshuffle ke Pimpinan Parpol

Marzuki: SBY Sudah Bicarakan Reshuffle ke Pimpinan Parpol

- detikNews
Kamis, 22 Sep 2011 10:03 WIB
 Marzuki: SBY Sudah Bicarakan Reshuffle ke Pimpinan Parpol
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie mengungkapkan Presiden SBY telah berbicara dengan pimpinan partai koalisi terkait rencana reshuffle kabinet. Partai koalisi tentu sudah siap menghadapi reshuffle kabinet.

"Dalam sistem pemerintahan presidensil, kabinetnya sesuai konstitusi dipilih oleh presiden karena hal itu merupakan hak prerogratifnya sehingga presiden bisa mengangkat dan memberhentikan menteri sesuai kebutuhannya. Tapi realitanya pemerintahan dibangun dengan koalisi dan oleh karena itu tentunya presiden pun mendengarkan masukan-masukan dari mitra koalisi untuk melakukan itu. SBY adalah orang yang sangat transparan dan memegang etika," ujar Marzuki kepada detikcom, Rabu (22/9/2011).

Menurut Marzuki, soal reshuffle tidak dibicarakan dengan sembarang orang oleh Presiden. Namun hanya petinggi parpol koalisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya SBY sudah berbicara dengan anggota koalisi dan tentunya tidak semua kader dari partai koalisi yang diajak bicara cukup pucuk pimpinannya saja, cukup pimpinan tertinggi partainya saja," tuturnya.

”Di era demokrasi seperti sekarang ini memang setiap orang memiliki hak untuk berbicara, namun pernyataan itu sebaiknya ditanyakan dulu kepada pimpinan partai mereka. SBY tentu tidak akan bicara dengan semua kader partai koalisi, tapi SBY selalu melakukan komunikasi aktif dengan pucuk pimpinan partai koalisi," lanjutnya.

Petinggi parpol koalisi, menurut Marzuki, tentu memahami hak prerogatif presiden. Sehingga tidak mempermasalahkan kalau ada sejumlah menteri yang bekerja tidak maksimal kemudian di-reshuffle.

"Jadi perubahan dalam kabinet tentunya sudah dibicarakan dengan pimpinan parpol koalisi apakah kader-kader partai kinerjanya sudah sesuai atau tidak dan apakah kinerja mereka sesuai dengan kontrak yang diberikan sebelum menjadi menteri,” tandasnya.

(van/lrn)


Berita Terkait