Kriteria Menteri yang Layak Di-reshuffle SBY

Kriteria Menteri yang Layak Di-reshuffle SBY

- detikNews
Kamis, 22 Sep 2011 09:42 WIB
Kriteria Menteri yang Layak Di-reshuffle SBY
Jakarta - Reshuffle kabinet dipandang sebagai keharusan bila SBY-Boediono ingin sisa pemerintahannya dalam 3 tahun ke depan berjalan sukses. Lantas siapa-siapa saja menteri yang layak untuk diganti atau pun digeser posisinya?

Pengamat politik Andrinof Chaniago berpendapat, reshuffle harus digulirkan saat ini bila SBY-Boediono tidak ingin kehilangan momentum. Menurut dia, setidaknya 5-6 menteri KIB II perlu di-reshuffle supaya pemerintahan lebih efektif.

"Kalau nggak mau buang-buang waktu selama tiga tahun ke depan, ya ganti lah menteri-menteri yang ada," kata Andrinof kepada detikcom, Kamis (22/9/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Andrinof, menteri yang harus diganti oleh SBY adalah, pertama, mereka yang mempunyai kinerja biasa-biasa saja bahkan buruk. Hasil evaluasi Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) sudah jelas menunjukkan kinerja sejumlah kementerian berada di bawah rata-rata.

Kedua, lanjut Andrinof, menteri yang tersangkut kasus korupsi. Memang asas praduga tidak bersalah harus dijunjung tinggi, namun menteri yang disebut-sebut terlibat dalam korupsi akan menjadi beban panjang bagi SBY. Presiden seyogyanya tidak perlu menunggu menteri yang bersangkutan diseret ke pengadilan.

Ketiga, menteri yang dari segi kesehatan sudah tidak memungkinkan bila tetap melanjutkan tugas-tugasnya. Berikutnya, keempat, menteri yang tidak memiliki isu-isu populer. Karena tidak punya itu populer tersebut, kinerjanya mereka sama sekali tidak terpantau oleh publik.

Masih ada lagi. Andrinof mengatakan, SBY harus mengganti menterinya yang tidak paham tugas-tugas di kementeriannya. Menurut Andrinof, ada menteri KIB II di level Menko yang tidak cocok di bidangnya sehingga ia bukanlah orang yang tepat.

Ia menambahkan, menteri yang tidak punya ide untuk memajukan lembaganya juga harus hengkang. "Kita harus bersihkan yang buruk. Yang lain bisa dipaksa digiring. Kalau sudah tidak bisa diharapkan harus diganti. Menteri yang sok tahu ya diganti, yang merasa pintar," ucap Andrinof.

(irw/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads