"Api sudah padam, tinggal bara yang masih menyala. Takutnya karena batubara kalau kena angin bisa nyala lagi apinya," ujar Kapolres Cilegon, AKBP Umar Surya Fana, saat dihubungi detikcom, Rabu (21/9/2011).
Menurut Umar, api berhasil dipadamkan pada pukul 23.25 WIB. Sebanyak 4 mobil pemadam kebakaran berjibaku memadamkan dan melokalisir api agar tidak merambat ke unit lainnya yang berjumlah 7 buah.
"Sekarang lagi dilakukan pendinginan dari atas," ucapnya.
Keadaan berbeda terjadi pada kebakaran ini, sebab yang terbakar adalah batubara yang tersebar di hampir semua lantai gedung unit 8. Meski api sudah berhasil padam, namun barap api yang masih menyala dimungkinkan menyala kembali jika terkena angin kencang.
Oleh karena itu, dilakukan sistem pemadaman api khusus oleh para teknisi yang ada di lokasi. Caranya dengan mengguyurkan air dalam jumlah besar dari atas gedung. Hal ini dimaksudkan untuk mematikan bara yang masih menyala.
"Ada sistem pemadaman api khusus. Karena petugas sulit naik ke atas, tadi hanya lokalisir biar api tidak menjalar ke bawah," ucapnya.
Sementara itu, penyebab ledakan yang mengawali kebakaran di unit 8 ini belum juga diketahui. Penyidikan di lokasi kejadian harus dilakukan terlebih dahulu. Dan dibutuhkan waktu 2x24 jam usai api dipadamkan untuk memasuki lokasi kebakaran.
"Penyebab belum diketahui. Harus tunggu 2x24 jam untuk masuk ke lokasi," tandas Umar.
(nvc/irw)











































