"Sejauh mungkin bisa dilakukan dengan mediasi pembelajaran. Bagi kita bisa kedepankan prinsip musyawarah itu dimungkinkan," ujar Wakil Ketua KPAI, Asrorun Niam Saleh, kepada wartawan di Polres Jaksel, Jl Wijaya II, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2011).
Lebih lanjut, Asrorun menuturkan bahwa tim dari KPAI mendampingi pemeriksaan dan meminta kepada para siswa untuk menjelaskan apa adanya. Hal ini dilakukan demi menjaga mental dan psikologis para siswa SMA 6 Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asrorun menyatakan, bahwa pihaknya berniat mendorong penyelesaian kasus ini secara kekeluargaan. Siswa diimbau bisa menghargai profesi jurnalistik dan juga energi berlebih para siswa bisa disalurkan bagi kegiatan yng lebih positif.
"Jangan sampai permasalahan ini semakin meluas dan menghasilkan stigmatisasi buruk di tingkat sekolah. Kita mendorong secara kekeluargaan," ucapnya.
"KPAI berharap mediasi besok bisa terlaksana. Kita juga telah menjalin kontak dengan beberapa pihak sekolah, anak, orang tua murid, dan guru dinas," tutur Asrorun.
Ditambahkan dia, KPAI juga mengusahakan agar kasus seperti ini tidak berimbas buruk terhadap siswa SMA 6 lainnya dan bahkan siswa SMA secara keseluruhan. Jangan sampai kegiatan belajar mengajar terganggu hanya karena persoalan ini tak kunjung selesai.
"Komitmen SMA 6 sebagai pioneer sekolah anti kekerasan pesan bagus menjadi titik balik," tandasnya.
Hari ini, 10 siswa SMA 6 Jakarta menjalani pemeriksaan di Polres Jaksel terkait kasus tawuran antara siswa dengan wartawan. Para siswa ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Diketahui sebelumnya, wartawan dan SMA 6 Jakarta terlibat bentrok di depan SMA tersebut pada Senin (19/9) lalu. Menurut Kadiv Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar, 5 wartawan dan 7 siswa SMA 6 menjadi korban.
Aksi ini bermula saat wartawan Trans7 mengalami penganiayaan saat melakukan aktivitas jurnalistik pada Jumat (16/9). Reporter Oktaviardi mengambil gambar saat anak-anak SMA 70 dan SMA 6 tawuran di sekitar kawasan Blok M.
Oktaviardi kemudian dikeroyok oleh sejumlah siswa berseragam tersebut. Tak hanya dikeroyok, kaset rekaman berisi tawuran antar pelajar itu pun ikut dirampas.
(nvc/irw)










































