"Pukul 21.00 WIB terjadi ledakan pertama, berasal kompayer di lantai 8. Yang meledak transit supply batubara," ujar Kapolres Cilegon, AKBP Umar Surya Fana saat dihubungi detikcom, Rabu (21/9/2011).
Gedung unit 8 yang meledak ini diketahui menjadi tempat penyuplaian batubara. Dimana terdapat batubara di lantai bawah dan pembangkit listrik ada di lantai atas. Menurut saksi mata, ledakan pertama terdengar cukup keras.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini api masih menjalar pada gedung unit 8 PLTU Suralaya. Hampir seluruh lantai gedung uni 8 ini dilalap si jago merah.
Sebanyak 4 mobil pemadam kebakaran diterjunkan di lokasi untuk memadamkan api. Empat mobil tersebut berasal dari Indonesian Power 2 unit, PT Krakatau Steel 1 unit, dan Pemda Cilegon 1 unit.
(nvc/irw)











































