Jika fenomena ini terus berlanjut, politisi Demokrat ini tak segan-segan mengadukan anggotanya ke Badan Kehormatan DPR.
"Saya akan bawa ke BK dan umumkan. Mereka tidak pernah ikut fit and proper test tapi ikut voting. Bagaimana menilai orang," kata Benny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana mau menilai? Memilih itu kan setelah melakukan penilaian. Walaupun banyak juga sumber-sumber lain," jelasnya.
Ke depan, Benny berharap agar DPR tidak dilibatkan dalam pemilihan hakim agung. Fungsi DPR hanya menyetujui atau menolak calon.
"Kita akan masukan di revisi UU KY. Poin di KY soal itu juga, untuk mencegah politisasi," ucapnya.
(mad/gun)










































