Banggar Hentikan Pembahasan R-APBN 2012?

Banggar Hentikan Pembahasan R-APBN 2012?

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2011 17:45 WIB
Jakarta - Β 
Badan Anggaran DPR dikabarkan telah memutuskan penghentian pembahasan R-APBN 2012 dan mengembalikannya kepada pimpinan DPR. Keputusan tersebut dimaksudkan sampai ada kejelasan tentang hak imunitas di mata hukum dan diskresi dalam politik anggaran setiap anggota.

Menurut sumber Jurnalparlemen.com, keputusan Banggar DPR untuk menghentikan pembahasan R-APBN 2012 murni untuk memperoleh kejelasan tentang hak imunitas di mata hukum. Selain itu diskresi dalam politik anggaran setiap anggota dalam pembahasan RAPBN sampai dengan menjadi dukumen UU APBN tidak bisa dipermasalahkan di depan penegak hukum.

"Banggar sudah tidak mau lagi membahas APBN," kata sumber tersebut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/9).

Menanggapi hal itu, anggota DPR Komisi VII Ahmad Rilyadi sekaligus anggota Banggar menegaskan keputusan Banggar untuk menolak pembahasan APBN menurutnya sah-sah saja.

"Ya saya sudah dengar dan mendapatkan informasi itu dan saya setuju saja dan itu wajar jika Banggar tidak mau membahas lagi. Itu uang rakyat dan kita tidak mau dipenggal-penggal seperti itu. Kita di Banggar berusaha semaksimal mungkin dan berusaha menghindari hal-hal yang negatif tapi tetap saja dicurigai. Lalu bagaimana kita bisa memperjuangkan aspirasi rakyat," terangnya kepada Jurnalparlemen.com.

Ketika dikonfirmasi apakah keputusan Banggar yang didalamnya juga ada anggota F-PKS dipicu dengan diperiksannya Tamsil Linrung dan pimpinan Banggar lainnya akibat pernyataan para tersangka kasus dugaan korupsi di Kemenpora dan Kemenakertrans menyebut ada aliran ke pimpinan dan anggota Banggar, sehingga diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Irel sapaan akrabnya menegaskan, bahwa hal itu tidak benar sama sekali. "Kalau Anda ingin tahu kita semua kan ingin bekerja sebagai wakil rakyat dengan maksimal sebab ini amanah dari rakyat. Kita tentu ingin kerja itu nyaman tidak ada kecurigaan yang berlebihan. Anda boleh cek lah berapa harta saya dan apakah saya pernah main di proyek atau tidak. Dan saya tegaskan tidak pernah," tukasnya.
(nwk/nwk)


Berita Terkait