Istana Enggan Tanggapi Spekulasi Menteri Terkena Reshuffle

Istana Enggan Tanggapi Spekulasi Menteri Terkena Reshuffle

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2011 17:33 WIB
Istana Enggan Tanggapi Spekulasi Menteri Terkena Reshuffle
Jakarta - Sejumlah nama menteri dan calon penggantinya bersliweran dalam berbegai pemberitaan mengenai reshuffle kabinet. Istana Kepresidenan tidak menyangkal tidak pula membenarkan bahwa ada di antara nama-nama tersebut yang memang masuk di dalam daftar 'target' perombakan kabinet.

"Terhadap nama dan jumlah menteri yang keluar atau masuk atau berpindah posisi, saya tidak bisa menyangkal atau membenarkannya," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparinga, melalui telepon, Rabu (21/9/2011).

Guru besar Universitas Airlangga ini mengingatkan, bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogratif Presiden SBY. Maka masalah pengumuman nama-nama dan pelaksaan reshuffle juga merupakan wewenang Presiden SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biarlah pada saatnya Presiden sendiri yang mengabarkan ihwal penting itu pada publik," sambung Daniel.

Dibanding periode pertama pemerintahannya, isu reshuffle kabinet yang muncul di periode terkahir pemerintahan SBY kali ini jauh lebih panas. Simpang siur spekulasi mengenai siapa menteri yang dicopot dan siapa calon penggantinya bahkan desakan melakukan reshuffle, datang dari berbagai pihak yang justru tidak memiliki wewenang.

Berikut ini nama-nama menteri yang sempat dikabarkan akan diganti atau digeser dari posisinya saat ini; Darwin Zaidi Saleh (Menteri ESDM), Agus Martowardoyo (Menkeu), Gita Wiryawan (Kepala BKM), Mustafa Abubakar (Menteri BUMN), Freddy Numberi (Menhub), Agung Laksono (Menko Kesra), Suharso Monoarfa (Menpera), Muhaimin Iskandar (Menakertrans) dan Andi Mallarangeng (Menpora).


(mad/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads