Pelaku adalah WN Iran bernama Sarlakian. Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan modus pelaku dengan menyembunyikan sabu di dalam dua tabung oksigen untuk peralatan menyelam.
"Dia mengirimkan paket kargo ke Indonesia. Dengan nama pengirim dan penerima Sarlakian," terang Gatot, Rabu (21/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam diketahui diketahui barang sesuai. Namun, di dalamnya ditemukan kristal bening yang hasil laboratorium mini dinyatakan positif sabu. Namun, karena untuk mengembangkan, petugas membiarkannya terlebih dahulu," katanya.
Selanjutnya petugas Bea dan Cukai berkoordinasi dengan BNN melakukan pengembangan. Pelaku dibuntuti terus.
"Pelaku ditangkap di sebuah hotel yang ada di daerah Mangga Dua, Jakarta. Setelah diikuti dari kargo impor Bandara, petugas kami dan BNN mengikutinya sampai ke hotel tersebut," terangnya.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Oza Olavia mengatakan sabu ini memiliki kualitas terbaik. "Pelaku yang berprofesi sebagai perawat alat menyelam mengaku dibayar US$ 1.000 untuk membawa barang tersebut. Ia bersedia melakukan itu dengan alasan untuk persiapan pensiun," terangnya.
(fay/fay)











































