Menteri Bidang Ekonomi Jadi Target Reshuffle?

Menteri Bidang Ekonomi Jadi Target Reshuffle?

- detikNews
Rabu, 21 Sep 2011 15:26 WIB
Jakarta - Pada awal Oktober 2011 mendatang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan akan melakukan reshuffle kabinet. Muncul selentingan, menteri-menteri sektor ekonomi akan menjadi fokus reshuffle. Apa iya?

"Saya belum tahu soal itu, Presiden belum spesifik membicarakan tentang ini," kata Juru Bicara Presiden Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha saat dihubungi wartawan, Rabu (21/9/2011).

Julian menjelaskan, kalau muncul isu-isu siapa-siapa saja yang akan direshuffle, menurutnya itu adalah hak bagi yang menyampaikan. Yang jelas, semua itu bukan bersumber dari Istana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau berkembang di luar hasil analisa orang-orang, dan itu diinterpretasikan macam-macam, itu hak mereka. Bukan berasal dari Presiden, atau sumber-sumber yang diminta Presiden," terang Julian.

Sebelumnya, menurut politisi Partai Demokrat (PD) Sutan Bathoegana, sejumlah menteri di sektor perekonomian yang kinerjanya tengah menjadi sorotan diprediksi akan menjadi fokus reshuffle kabinet.

"Begini kan sudah dilihat, semua kita lihat sama-sama bahwa program perekonomian kita sudah bagus tapi meninggalkan masalah. Permasalahannya para pembantu presiden ini kurang piawai dan kurang cerdas dalam mengaplikasikan program perekonomian kita," kata Sutan Bathoegana.

Kinerja menteri di sektor perekonomian memang tidak terlalu bagus. Beberapa menteri tak pernah mengalokasikan dana yang sudah disiapkan secara maksimal.

"Dana serapan APBN kepada kementerian hanya terserap dibawah 30 persen. Artinya pembangunan hanya 30 persen, lainnya itu kerjanya ke mana. Inilah yang disesalkan kita semua, makanya presiden dengan cerdas dia buat lembaga UKP4 itu pengawasan kinerja menteri dan evaluasi menteri," papar Sutan.

Menurut sumber detikcom di internal Dewan Pembina PD, sejumlah menteri di sektor perekonomian akan terkena reshuffle kabinet. Menteri yang akan terkena reshuffle kabinet, menurut sumber tersebut adalah Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.

(anw/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads