Wakil Sekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menggunakan politik ala cicak bila melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.
"Analogi cicak adalah jika ingin menyelamatkan diri, maka cicak akan memotong ekornya, sebab akan tumbuh ekor baru. Sama seperti itu. SBY ingin citranya selamat lalu memangkas menteri-menteri yang dinilai tidak kredibel," ujar Mahfudz di sela-sela menghadiri rapat Timwas Century di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/9).
Menurut Ketua Komisi I DPR ini, seharusnya sebagai Presiden, SBY juga harus mengoreksi diri sendiri, tidak cukup hanya dengan mengganti menteri-menteri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sekjen DPP PKS, Anis Matta mengungkapkan bahwa wacana reshuffle yang makin menguat belakangan ini bukan didasarkan pada kinerja menteri-menteri yang menurun, namun disebabkan oleh kepentingan pembagian logistik menjelang pemilu 2014 mendatang.
Indikasi tersebut dapat dilihat dari tidak adanya komunikasi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pimpinan partai politik koalisi. Oleh karena itu, PKS menilai bahwa isu reshuffle berorientasi pada pengaturan logistik daripada kinerja kabinet.
(nwk/nwk)










































